Atasi Waswas, Percaya Diri Saat Ibadah

LINES (05/05) – Setan diciptakan untuk mengganggu ibadah para manusia. Kepada orang yang imannya lemah, setan akan mengganggu lewat syahwat. Sedangkan kepada yang imannya kuat, setan akan menggoda lewat rasa waswas.

Seperti halnya ditengah proses beribadah salat misalnya, seringkali didapati kebingungan mengingat jumlah rakaat yang telah dikerjakan. Biasanya dalam mengerjakan salat dengan jumlah empat rakaat. Saat itu ragu, apakah sudah rakaat ketiga atau empat.

KH Aceng mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan, cepatlah mengambil keputusan dalam salat. Misalkan saat itu jumlah rakaatnya kurang satu. Maka tambahkan lagi satu rakaat, lalu ditutup sujud sahwi. Karena jika tidak cepat ambil keputusan, hati akan selalu waswas. Bila mungkin salatnya kelebihan rakaat, sujud sahwi itulah nanti yang akan menggenapkan.

Jika masalah waswas ketika salat disebabkan oleh hal yang membatalkan salat, maka segera juga ambil kesimpulan yang langsung diyakini, tidak bisa ragu. Jika hanya rasa waswas saja, maka lanjutkan salatnya. Rasa waswas menyebabkan kekhusyukan salat bisa terganggu.

Dalam masalah wudhu pun, membasuh sekali itu wajib, sedangkan kedua dan ketiga kali itu kesempurnaan. Jangan ada waswas karena hanya wudhu dengan sekali basuhan. KH Aceng mencontohkan, bahkan Nabi sendiri pernah mandi dengan air hanya sebanyak tiga liter, dan berwudhu kurang dari jumlah itu. Umat Islam sebagai pengikut Rasulullah SAW harus merasa cukup dengan apa yang sudah diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

KH Aceng juga berpesan bagi para orang tua juga sebaiknya tidak membuat anak merasa waswas beribadah, karena hal itu nantinya berdampak memberatkan, saat anak tumbuh dewasa. Misal, pada lantai kamar mandi yang sudah disiram, keadaannya sudah suci, maka cipratannya itu sudah tidak najis. Bila yakin lantai tersebut sudah bersih dan suci, maka lantai itu suci. Sifat waswas bisa jadi timbul dari rasa tidak percaya diri. Karenanya cepat ambil kesimpulan dalam menjalankan ibadah, jangan ragu, jangan sampai timbul rasa waswas.

Pada akhirnya kita harus meminta perlindungan pada Alloh, agar dihindari dari sikap waswas. Seperti yang ada dalam surat An-Nas. Selalu meminta pertolongan agar dihindari dari waswas, agar ibadahnya tidak berat, diri sendiri berat, sehingga membuat orang lain berat. “Orang wudhu seperempat jam di kamar mandi ‘kan merugikan orang lain yang sedang antri menunggu,” tutup KH Aceng seraya berkelakar.

*dikutip dari Oase Hikmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *