Jakarta ( 13/ 6 ). Masjid An Nafi’u yang berada di bilangan Cempaka Putih Jakarta Pusat, berdampingan dengan kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ) Kota Administrasi Jakarta Pusat, menjadi tempat di selenggarakannya Halal bi Halal MUI Kota Jakarta Pusat tahun 1442 H.

Acara Halal bi Halal MUI KotaJakarta Pusat di hadiri oleh Walikota Jakarta Pusat Dani Sukma, S.SOS., M.AP., Camat Cempaka Putih Andri Ferdian, Sekretaris Umum MUI Provinsi DKI Jakarta K.H. Yusuf Aman M.A., Ketua MUI Kota Jakarta Pusat K.H. Robi Fadil Muhammad, M.Pd., Pengurus MUI Kota Jakarta Pusat, MUI Kecamatan se-Jakarta Pusat, K.H. Mualana Kamal Yusuf, K.H. Ibrahim Karim, K.H. Baidhowi, K.H. Nurawlia, K.H. Umar Fauzan, Dr. Ir. Teddy Suratmadji, M.Sc., Ketua Dewan Pimpinan Wilayah LDII Provinsi DKI Jakarta dan alim ulama, serta ormas-ormas Islam di antaranya Perti, Persis, Math’laul Anwar, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan LDII, juga Ketua FKUB Jakarta Pusat D.R. Farhat Abdullah serta perwakilan Kemenag Jakarta Pusat.

Acara di awali dengan pembacaan Ratib al Haddad yang di pimpin oleh Sekretaris Umum MUI Kota Jakarta Pusat K.H. Bukhori. Pembacaan ayat suci Al Quran yang di lanjutkan Sholawat Badar oleh Ust. Aris Al Ghifari. ‘’Halal bi halal ini sebagai ajang silaturrahim ormas Islam yang tidak lagi memandang warna baju, tata cara ibadah serta ormasnya, selagi masih iman Islam yang berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah semua dalam payung tenda besar MUI Kota Jakarta Pusat,’’ Ujar K.H. Imam Bashori Ketua Bidang Ekonomi Umat MUI Jakarta Pusat dan Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kota Administrasi Jakarta Pusat yang bertindak selaku Ketua Panitia dalam acara ini.

KH.Imam Bashori

“LDII Jakarta Pusat merasa senang bisa menjadi tuan rumah halal bi halal MUI Jakarta Pusat, diharapkan kegiatan seperti ini ke depannya lebih sering dilaksanakan dan LDII siap menjadi tuan rumah kembali” ujar Drs. Purwanto Hadi ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) LDII Jakarta Pusat.

Drs. Purwanto Hadi

Majelis Ulama Indonesia Kota Jakarta Pusat sebagai tenda besar ulama dan ormas Islam saat ini akan mengembangkan dakwah digital untuk mengikuti perkembangan tekhnologi yang semakin canggih terutama untuk kalangan kaum milenial. Demikian di katakan oleh K.H. Robi Fadil Muhammad, M.Pd. Ketua MUI Jakarta Pusat, ditambahkannya bahwa acara Halal bi Halal MUI Jakarta Pusat akan di gilir ke tempat masing masing ormas Islam yang ada di Jakarta pusat, “Kalau tahun ini di LDII, tahun depan di Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan seterusnya ke semua ormas Isam yang berada di naungan MUI Jakarta Pusat”. K.H. Robi Fadil mengucapkan terima kasih kepada LDII Jakarta Pusat selaku tuan rumah yang telah menyelenggarakan acara halal bi halal yang berjalan dengan baik sukses dan lancar dan selalu menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker yang benar mencuci tangan dengan air mengalir atau handsanitizer, menjaga jarak walaupun seperti anak belajar iqro dengan ditandai menempati bangku kecil yang di sediakan oleh panitia.

KH. Robi Fadil Muhammad menyampaikan sambutan

MUI Kota Jakarta Pusat mempunyai program yang sejalan dengan Pemerintah Daerah Kota Jakarta Pusat yang subtansif dan jelas, demikian dikatakan Dani Sukma, S.Sos., M.AP. Walikota Jakarta Pusat. Walikota meminta kepada masyarakat dan umat Islam dalam MUI untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dimana berada baik di kantor maupun di masjid-masjid ketika taklim. Saat ini di Jakarta kondisi Covid-19 Jakarta naik walaupun tidak signifikan. Menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya atau ikhtiar kita agar kita selalu sehat dan selebihnya kita pasrahkan dan berdoa kepada Allah SWT agar Covid-19 hilang dari dunia yang fana ini’’ pungkasnya. Walikota Jakarta Pusat memberikan apresiasi kepada LDII Kota Jakarta Pusat yang selalu menjalankan protokol kesehatan dalam beribadah di masjid dan membentuk satgas Covid-19 hal itu dijumpai saat Walikota berkunjung dalam acara tarawih bersama Ramadhan bulan lalu dan sampai saat ini masih manjalankan protokol kesehatan. Dalam acara ini satgas Covid-19 LDII juga di lengkapi dengan ambulance yang disediakan selama acara berlangsung.

Dani Sukma Walikota Jakarta Pusat

Dalam tausiah yang disampaikan oleh Sekretaris Umum MUI Provinsi DKI Jakarta K.H. Yusuf Aman, M.A. bahwa manusia nanti di hari akhir akan menjadi manusia yang rugi apabila di dalam hidupnya belum pernah meminta maaf kepada manusia. Maka momentum halal bi halal ini sebagai kesempatan yang baik untuk umat Islam saling memaafkan. “Umat islam harus bersatu dan tidaklah memandang baju dan ormasnya, karena dengan bersatu ekonomi umat akan bangkit dan umat akan lebih sejahtera’’, ujarnya.

KH. Yusuf Aman memberikan tausiah

Acara Halal bi Halal MUI Kota Jakarta Pusat ini ditutup doa oleh K.H. Mualana Kamal Yusuf dan dilanjutkan dengan sholat dzuhur berjamaah yang dipimpin oleh K.H. Ibrahim Karim. (Roy S. / Arif H.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here