Jakarta (12/7). DPW LDII DKI Jakarta menggelar pelatihan jurnalistik bertajuk “Master Course” di Aula DPP LDII, Jakarta, pada Minggu (12/7). Acara yang diikuti oleh 40 generasi muda dari berbagai wilayah se-DKI Jakarta ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan menulis berita demi memasifkan publikasi kegiatan organisasi.
Anggota Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPW LDII Jakarta, Ario, menjelaskan bahwa para peserta pelatihan nantinya akan bertugas mendokumentasikan serta mempublikasikan berbagai program kerja LDII hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Kemampuan menulis rilis berita ini sangat penting agar setiap kegiatan dapat terdokumentasi dan tersampaikan dengan baik kepada pembaca,” ujar Ario.
Ia mencontohkan berbagai kegiatan seperti pengajian, gotong royong, hingga silaturahim dengan tokoh masyarakat yang dapat dikemas menjadi produk jurnalistik yang menarik dan sesuai kaidah.
“Kita publikasikan kegiatan LDII agar warga LDII sendiri dan masyarakat umum mengetahui kiprah organisasi. Ini bagian dari strategi dikembangkan LDII, yaitu Karya, Kontribusi, dan Komunikasi. Tugas kita adalah mengomunikasikannya kepada publik,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, Ario berharap para peserta dapat tumbuh menjadi jurnalis muda yang berdedikasi. Selain diajarkan teknik penulisan berita, pengambilan foto, dan pembuatan video, peserta juga dibekali dengan pemahaman etika jurnalistik.
Ario juga memberikan catatan khusus mengenai pemanfaatan teknologi di era digital. “Dalam jurnalistik kekinian, jangan selalu mengandalkan gemini AI atau Chat GPT. Proses kreatif dan konseptual harus tetap aseli agar wawasan dalam menulis berita bisa terukur dengan baik,” tegasnya.
Senada dengan Ario, Ketua Panitia Master Course, Fadhly Nurman, menegaskan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.
“Untuk itu, peserta kami bekali dengan dasar-dasar penulisan berita yang sesuai kaidah jurnalistik, desain konten, serta tata cara memproduksi konten yang baik dan benar,” jelas Fadhly.
Di akhir acara, Fadhly juga berpesan agar generasi muda lebih bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi saat ini.
“Jangan asal membuat atau menyebarkan konten tanpa memikirkan manfaat dan mudaratnya,” pungkas Fadhly.[ANR]







