Jakarta (19/2). PC LDII Kecamatan Menteng audiensi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Menteng. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (17/2) di RM. Garuda tersebut, menjadi rangkaian silaturahim menjelang ramadhan.
Rombongan PC LDII Kecamatan Menteng dipimpin Alim Sukarno, dan diterima oleh Ketua DMI Kec. Menteng KH. Miftah dan Ketua MUI Kec. Menteng, KH. Khaerudin, beserta jajaran pengurus lainnya. Audiensi ini merupakan bagian dari tindak lanjut pasca musyawarah cabang bulan lalu dan silaturrahim LDII Menteng dengan tokoh agama.
Alim Sukarno menegaskan, silaturahim ini merupakan amanat organisasi untuk menjaga hubungan baik dengan pemangku kepentingan, termasuk sesama organisasi kemasyarakatan Islam, “Kami berharap melalui silaturahmi ini, LDII dapat terus berkontribusi dan berjalan selaras dengan arahan MUI serta DMI dalam menjaga kerukunan serta meningkatkan kualitas ibadah masyarakat,” ujar Alim Sukarno.
Menanggapi pemaparan tersebut, Ketua MUI Kecamatan Menteng, KH. Khaerudin, menekankan empat prinsip menjaga ukhuwah dan persaudaraan, salah satunya memberikan kemudahan dalam merangkai persaudaraan.
“Mudah-mudahan kita semua dapat terus memelihara persaudaraan dalam keadaan yang baik. MUI berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi, bersinergi, dan menghindari perseteruan,” ujar Ketua MUI Menteng.
Alim Sukarno menyosialisasikan agenda keagamaan, yaitu rencana pelatihan qiraat dan perawatan masjid. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al Quran sekaligus memperkuat pembinaan generasi penerus (generus) LDII dan menjadikan masjid menjadi pusat cari ilmu agama dengan nyaman.
Ketua Dewan Masjid Indonesia Kec. Menteng, KH. Miftah menyambut baik acara silaturahim dengan PC LDII Menteng ini, beliau menambahkan dengan silaturahim ini bisa menghilangkan stigma atau isu-isu negatif yang beredar di kalangan masyarakat.
Audiensi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara LDII , DMI dan MUI Kecamatan Menteng dalam menjaga ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan umat, dan mendorong kontribusi positif organisasi keagamaan bagi masyarakat.[ANR]





