Jakarta (15/02) – Pertemuan kedua Ketua Pimpinan Ormas Islam, MWC NU dengan PC LDII Tanah Abang, Jakarta Pusat kerap berlangsung di momen-momen acara tingkat kecamatan. Namun pertemuan kali ini menjadi khusus sebab Ketua dan Sekretaris LDII Tanah Abang silaturahim ke Sekretariat MWC NU Tanah Abang, terlebih khusus salah satu pembicaraannya adalah tentang memberdayakan Warga Betawi dengan wadah yang lebih mengangkat dan sesuai karakter Betawi-nya, Senin siang menjelang Ashar (02/02/2026).
Beberapa momen pertemuan di mulai dari acara Muscab MUI Kecamatan Tanah Abang sampai terakhir kali tentang “Kampanye Jaga Jakarta” di Bunderan HI bersama Ormas Islam lain, Tokoh-tokoh Pemerintah, Masyarakat hingga Kumpulan Emak-emak Betawi juga Jakmania supporter Persija Jakarta. Kampanye ini diadakan setelah beberapa hari terjadinya aksi demo anarkis yang menuntut perhatian Anggota DPRD RI di Gedung DPR/MPR Ri di Jakarta beberapa waktu lalu.
Obrolan santai sambil menikmati kopi susu dan roti dimulai oleh M. Rofiq Sujarwanto Ketua PC LDII Tanah Abang dengan menyampaikan tentang 8 Klaster Kontribusi LDII untuk Pembangunan Bangsa. Dikatakan bahwa, “Kebangsaan adalah klaster pertama yang penting di dalam menjaga persatuan dan kesatuan berbangsa serta bernegara. Terlebih di Jakarta yang memang terdiri dari multietnis juga masyarakat yang multidimensi. Selain itu juga diperlukan Ketahanan Pangan Masyakarakat yang mungkin saja bisa menjadi pemicu awalnya konflik di masyarakat, yaitu terkait urusan perut”, jelasnya.

Menanggapi obrolan tersebut Alit Kustizar Ketua Tanfidziyah MWC NU Tanah Abang yang juga seorang Tenaga Ahli salah satu Anggota DPRD DKI Jakarta dari sebuah parpol mengatakan, “Di Tanah Abang ini memang perlu untuk memberdayakan masyarakat Betawi asli dengan sebuah wadah, terutama yang memang bisa mengangkat serta sesuai dengan karakter Betawi asli. Dalam hal ini untuk meningkatkan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat Betawi, bisa dengan Program Ketahanan Pangan berbasis Paguyuban Masyarakat Betawi”, tutupnya.
Maka dengan saling bekerjasama baik Ormas Islam serta stake holder lainnya di lingkungan masyarakat kecamatan khususnya Tanah Abang, diharapkan bisa menjadi salah satu opsi cara untuk menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan serta memberdayakan masyarakat lebih sesuai dan berkarakter serta lebih-lebih diharapakan dapat tertib ibadahnya, menjadi hasil pencapaian luar biasa sebagai kontribusi bibit persatuan dan kesatuan bangsa.[mufiqs]