Indonesia akan mencapai usia emas pada tahun 2045, pada momentum tersebut Indonesia ditargetkan menjadi negara maju dan termasuk salah satu dari lima kekuatan ekonomi dunia. Selain itu, Indonesia diperkirakan akan menghadapi era bonus demografi tepatnya pada tahun 2030 hingga 2040. Bonus demografi adalah masa ketika jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas) dengan proporsi lebih dari 60%. Oleh karena itu, saat ini pemeritah tengah fokus melakukan pembangunan sumber daya manusia (SDM) secara masif melalui perencanaan yang matang untuk mencetak SDM unggul guna menjawab tantangan di masa depan.

Selaras dengan hal tersebut, Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kecamatan Senen (PC LDII Senen) turut berkontribusi untuk mencetak SDM unggul yang berwawasan agama Islam melalui pembinaan generasi penerus (Generus). Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kecamatan Senen (PC LDII Senen) H. Arie Saputra mengatakan, “SDM yang unggul harus memiliki pondasi agama yang kuat sebagai benteng dari penyalahgunaan pengetahuan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama”. “Secara organisasi LDII telah memiliki program pembinaan Generus yang dikenal dengan Tri Sukses Generus, yaitu target pembinaan Generus mewujudkan Generus yang alim dan faqih, berakhlaqul karimah, serta mandiri”, ujar H. Arie Saputra.

PC LDII Senen berkolaborasi dengan Yayasan Al-Firdaus Senen Jakarta melalui Taman Pendidikan Al-Quran Al-Firdaus (TPQ Al-Firdaus) telah menjalankan progam pembinaan Generus. Sejak Januari 2023 pembinaan Generus mengadopsi kurikulum yang terintegrasi dengan pondok pesantren di bawah naungan LDII. Ketua TPQ Al-Firdaus Khairun Nasbie, S.Pd.I. mengatakan, “Kurikulum yang terintegrasi dengan pondok pesantren memungkinkan Generus yang telah memenuhi syarat dan kriteria tertentu dapat mengikuti ujian sertifikasi dari pondok pesantren”. Generus yang memiliki hafalan Al-Quran minimal satu juz dapat mengikuti test untuk memperoleh sertifikat Tahfidz. Sertifikat tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penunjang prestasi pada pendidikan formal.

Program pembinaan Generus dikategorikan menjadi beberapa level, yaitu usia dini, pra-remaja, remaja, dan pra-nikah. Setiap level telah ditentukan frekuensi, durasi, materi, serta milestone yang diharapkan mengacu pada kurikulum pondok pesantren. Terdapat beberapa penyesuaian tetapi tidak merubah substansi, tujuannya untuk memudahkan implementasi, mengingat penerapannya yang dilakukan diluar pondok pesantren. Melalui pembinaan Generus ini, diharapkan pada masa mendatang akan terwujud Generus unggul sebagaimana yang telah dicita-citakan dalam Tri Sukses Generus, yaitu Generus yang alim dan faqih, berakhlaqul karimah, serta mandiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here