Sejak awal Ramadan Masjid Al-Firdaus yang berada di kawasan Bungur, Senen, Jakarta Pusat menggelar berbagai kegiatan di bulan suci Ramadan. Masjid dibawah naungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tersebut bahkan jauh-jauh hari telah bersiap menyambut bulan suci Ramadan dengan melakukan kerja bakti membersihkan masjid dan lingkungan sekitar, serta mengundang Ketua MUI Kecamatan Senen, Drs. KH. Masyhuri untuk tausiyah pada pengajian yang juga dihadiri oleh unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Ketua Pimpinan Cabang LDII Kecamatan Senen, H. Arie Saputra mengatakan, “Kami berupaya agar para muslimin dan muslimat nyaman beribadah di Masjid Al-Firdaus, sarana dan prasarana yang diperlukan kami fasilitasi untuk mendukung peribadatan, serta menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bernilai ibadah dalam rangka memakmurkan masjid”.

Setiap hari denyut Ramadan di Masjid Al-Firdaus sudah terasa sejak waktu sahur, warga sekitar komplek masjid saling membangunkan dan melakukan sahur bersama. Sementara para ibu menyiapkan sahur, terdengar sayup nan merdu beberapa remaja membaca Al-Quran. Tak terasa waktu subuh pun tiba, adzan dikumandangkan, saatnya sholat subuh berjamaah. Setelah sholat subuh hingga pukul 06.00 WIB diselenggarakan asrama kajian hadist Sunan Abu Daud bab puasa yang dapat diikuti langsung di masjid maupun secara daring.

Pada siang hari ba’da sholat dhuhur, diselenggarakan asrama kajian makna dan keterangan Al-Quran secara langsung dari Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri melalui jaringan internet. “Jangan khawatir, koneksi internet, audio visual, dan peralatan pendukung lainnya sudah disiapkan, peserta asrama tinggal mengikuti kajian dengan khusu’ dan khidmat”, ujar Irwanto selaku pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Al-Firdaus (DKM Al-Firdaus).

Suasana Ramadan pun semakin riuh selepas sholat ashar dengan kehadiran anak-anak caberawit (usia PAUD dan TK) yang berbondong-bondong ke masjid untuk mengaji. Bacaan tilawati serta lantunan hafalan doa dan surat Al-Quran yang mereka lafadzkan menambah syahdu suasana sore. Tak mau kalah, para orang tua yang menunggu anak-anak mereka dan beberapa jamaah yang singgah di masjid pun seakan berlomba membaca Al-Quran dan murajaah hafalan surat-surat sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Magrib pun tiba, adzan telah dikumandangkan, tanda waktu berbuka puasa tiba. Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya DKM Al-Firdaus menyediakan takjil dan kudapan bagi jamaah yang singgah untuk sekedar membatalkan puasa sebelum melaksanakan sholat magrib berjamaah. Kegiatan setelah sholat magrib yaitu sholat isya’ dan sholat tarawih berjamaah, disela-sela waktu tersebut beberapa jamaah membaca Al-Quran dan remaja usia SMP-SMA mengaji bersama mubaligh dan mubalighot.

Kegiatan di Masjid Al-Firdaus belum usai, setelah sholat tarawih dilanjutkan dengan tadarus Al-Quran dengan target khatam 1 juz setiap malam sehingga genap khatam 30 juz di akhir Ramadan. Pada malam-malam tertentu diselingi dengan kajian makna hadist dan nasehat agama. Khusus pada 10 malam terakhir bulan Ramadan para jamaah diperkenankan untuk melakukan itikaf di masjid, bahkan disediakan makan sahur gratis bagi jamaah yang melakukan itikaf hingga waktu subuh.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya DKM Al-Firdaus memakmurkan masjid dan memfasilitasi muslimin dan muslimat agar maksimal menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan dalam meraih “5 Sukses Ramadhan”, yaitu (1) sukses puasa, (2) sukses sholat tarawih, (3) sukses tadarus Al-Quran, (4) sukses lailatul qadar, (5) dan sukses zakat fitrah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here