Jakarta (18/10). Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga LDII DKI Jakarta menghelat Pembinaan Keputrian bertajuk “Mendidik Tanpa Luka, Komunikasi yang Sehat untuk Generasi Tangguh” di Masjid Baitul Fatah, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu (17/10). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata pemberdayaan perempuan sekaligus pembinaan pola asuh anak (parenting) dalam keluarga.

Acara tersebut diselenggarakan secara hybrid yang diikuti sebanyak 600 an wanita dari berbagai usia yang mengikuti edukasi pengasuhan anak yang adaptif terhadap perkembangan zaman digital. Para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai pentingnya menerapkan pola asuh yang tegas tanpa kekerasan atau bentakan, serta penuh kelembutan tanpa memanjakan.

Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris LDII Jakarta Teguh Sugiyono menegaskan, acara ini diselenggarakan sebagai wujud pengabdian LDII untuk bangsa. Melalui agenda ini, LDII berkomitmen memberikan wawasan dan edukasi demi menjaga keutuhan serta ketahanan keluarga.

“Kegiatan ini termasuk wujud pengabdian LDII untuk bangsa, dengan memberikan wawasan dan edukasi terkait keutuhan komunikasi terhadap keluarga,” tegas Teguh.

Konselor Sekolah, Puri Fitriani selaku narasumber utama menjelaskan, tidak sedikit orang tua yang tanpa sadar menyalurkan luka pengasuhan masa lalu kepada anak-anak mereka.

“Imbasnya tidak sepele, ini bisa memengaruhi kesehatan mental anak secara signifikan. Banyak luka masa lalu yang dipendam karena masyarakat kita dulu belum terbiasa mengungkapkan pendapat. Bahkan untuk menyadari bahwa diri kita terluka saja membutuhkan usaha,” ujar Puri.

Inisiatif DPW LDII DKI Jakarta ini mendapat apresiasi hangat dari jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ketua Subkelompok Kualitas Hidup Perempuan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Retno Astriani, menilai kegiatan ini selaras dengan program pemerintah di bidang perlindungan anak dan keluarga berencana.

“Kami berharap kolaborasi dan sinergi dengan LDII terus berlanjut. Ke depan, penguatan petugas di lapangan terkait program pemerintah akan terus ditingkatkan agar manfaatnya makin dirasakan masyarakat,” kata Retno.

Dukungan senada disampaikan dari Pokja 1 TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Mardiana. Ia menegaskan bahwa kesehatan mental anak hingga upaya pencegahan stunting harus dimulai dari benteng terdepan, yaitu keluarga. “Untuk menjawab tantangan pengasuhan di era modern, PKK memiliki program khusus bernama Paredi (Pola Asuh Anak Remaja di Era Digital),” ucap Mardiana.

Sementara itu, Kasubag Lembaga Keagamaan Mental Spiritual Setda Provinsi DKI Jakarta Sarip Abdullah, turut memuji komitmen LDII dalam membina mental spiritual masyarakat. “Peran aktif lembaga keagamaan seperti LDII sangat membantu efektivitas program-program pemerintah,” ungkapnya.

Melalui sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan lembaga keagamaan, kegiatan ini diharapkan dapat terus bergulir secara berkala guna melahirkan keluarga yang harmonis serta generasi muda yang tangguh di era digital.[BP]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here