Jakarta (1/9). Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat menggelar deklarasi damai bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) yang bertajuk ‘Jaga Jakarta’ di Posko Jaga Jakarta, kantor wali kota setempat, Jalan Tanah Abang I, Gambir pada Senin (1/9).

Acara tersebut di ikuti semua elemen masyarakat dan dibuka langsung oleh Wali Kota Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Walikota Jakarta Pusat, Arifin, menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk koordinasi, konsolidasi, dan silaturahmi antara pemerintah dengan seluruh mitra kerja dan organisasi masyarakat.

“Tujuannya adalah agar kita memiliki kesepahaman dan komitmen bersama dalam menjaga wilayah serta mengantisipasi kerawanan sosial, politik, dan keamanan,” tegas Arifin.

Kerusuhan di Jakarta dan beberapa daerah akibat meninggalnya pengemudi ojek online (ojol), diharapkan tidak meluas dan berakibat krisis sosial. Semua pihak harus menjaga diri demi keamanan dan ketertiban bersama, sekaligus menata kembali kehidupan dan berbangsa dan bernegara.

Salah satu tokoh LDII Jakarta Pusat sekaligus sekretaris LDII Jakarta Pusat, H. Sukarjan, yang turut menghadiri pertemuan tersebut turut hadir mengharapkan suasana tetap kondusif dan tidak ada pihak lain yang menunggangi situasi untuk kepentingan tertentu. Selain itu, LDII juga menyerukan seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan musyawarah, dialog, dan penyelesaian damai.

“Seluruh pihak manapun marilah kita menahan diri, mengendalikan emosi, dan memanjatkan doa agar keluarga korban diberi ketabahan. Untuk elit politik dan pemerintah untuk mendengar keluh kesah masyarakat. Mari kita jaga persatuan kesatuan bangsa dan keselamatan bersama. Serta pemimpin umat khususnya di Jakarta Pusat juga diminta untuk menyejukkan suasana untuk menjaga jakarta dengan damai,” pesan H. Sukarjan.

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Jakarta Pusata, Arifin menambahkan, dari evaluasi yang dilakukan bersama unsur Forkopimko terdapat beberapa catatan penting yang perlu dicermati di antaranya, aspek komunikasi, koordinasi, pengendalian massa, dan kerawanan sosial.

“Pelajaran berharga dari peristiwa yang terjadi adalah pentingnya sinergi lintas elemen, mulai dari pemerintah, aparat, ormas serta masyarakat sipil agar kerawanan dapat dicegah sejak dini,” pungkasnya.

Arifin juga berharap semua unsur masyarakat Jakarta Pusat menjadikan dialog sebagai jalan utama dalam menyampaikan aspirasi, selain itu diharapkan Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) semakin kokoh menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat.[ANR]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here