Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII Senen) menggandeng Perguruan Silat Nasional ASAD (Persinas ASAD) menjadikan seni bela diri pencak silat sebagai pendukung program pembinaan generasi muda. Salah satu pesilatnya, yaitu Ridho Mahardika Ardiansyah berhasil menggondol 2 medali pada Kejuaraan Eagle East Pencak Silat Cup 1, yaitu medali emas kategori “Seni Pra-Remaja” dan medali perunggu kategori “Tanding Remaja Putra Kelas E/Pemasalan”. Ajang tersebut merupakan kejuaraan pencak silat antar pelajar tingkat pemula yang diselenggarakan pada tanggal 23 Februari 2025 di GOR PKP Ciracas, JakartaTimur.
Ridho Mahardika Ardiansyah yang juga gemar bermain Gateball selain aktif bersekolah juga aktif mengaji di TPQ Al-Firdaus di bawah naungan LDII Senen. Ketua PC LDII Senen, H. Arie Saputra mengatakan, “Kami sangat bangga dan selalu mendorong generus muda untuk memperkaya pengalaman dan berprestasi pada bidang masing-masing, tentunya tanpa meninggalkan karakternya sebagai generasi muda yang islami”. Kolaborasi dengan Persinas ASAD ini sebagai salah satu implementasi MoU antara LDII dan Persinas ASAD dalam rangka membekali generasi muda LDII dengan pencak silat untuk melestarikan seni bela diri asli Indonesia, pungkas H. Arie Saputra.
Prestasi pesilat yang akrab disapa Ridho ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda lain untuk mengembangkan diri sesuai minat dan bakat masing-masing tanpa meninggalkan aktivitas sekolah dan mengaji. Sebagaimana diketahui bahwa LDII memiliki program pembinaan generasi muda yang dikategorikan menjadi beberapa tingkatan, yaitu usia dini, pra-remaja, remaja, dan pra-nikah. LDII berharap pada masa mendatang terwujud SDM profesional religius berkarakter akhlakul karimah, alim dan faqih, serta mandiri yang harus dimiliki oleh generasi muda sejak dini sebagai bagian dari penerapan 29 karakter luhur yang dicanangkan oleh LDII.





