Jakarta (30/10). Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesra) Pemprov DKI Jakarta Ali Maulana Hakim mengingatkan kolaborasi dan sinergi LDII dengan Pemprov sudah baik, dan perlu terus bermanfaat bagi masyarakat. Ia menyebut, LDII Jakarta dan Gubernur akan membuat MoU dalam hal gerakan kepedulian lingkungan, pendidikan, dan memajukan Jakarta.

Hal itu ia sampaikan, saat mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, pada Jumat (30/10). Ali melanjutkan, ia berharap Rakerwil ini menjadi wadah perumusan program kerja bermanfaat bagi masyarakat. “Rakerwil bisa menghasilkan program realistis dengan dinamika kebutuhan masyarakat. Mengidentifikasi peluang kedepan, arah, dan kebijakan program yang harus bersinergi antara stakeholder. Tujuannya, Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan menghasilkan artinya warganya tidak ada yang tertinggal,” kata Ali.

Acara yang juga dihadiri Kabiro Dikmental Spiritual DKI Muhamad Matsani, Ketua FKUB DKI Yusuf Amman, dan perwakilan Dinas Pendidikan DKI Wibowo itu selanjutnya diharapkan menjadi tanggung jawab bersama menjadi gerakan. Menurut Ali, program kerja yang dirumuskan nantinya menjadi selaras dengan pemerintah dan pelayanan maksimal terhadap warga.

Ali juga menyoroti LDII sebagai ormas yang peduli lingkungan lewat pemanfaatan zero waste di pondok pesantren. Pengelolaan sampah berbasis mengurangi tumpukan sampah tersebut, kata Ali, perlu disebarluaskan kepada masyarakat sebagai dampak positif. “Pengelolaan sampah dalam hal ini bukan hanya concern LDII, tapi juga menjadi isu nasional. Sehingga sampah bisa berkurang timbunannya,” kata Ali.

Selain lingkungan, isu lainnya yang dihadapi adalah masyarakat majemuk dan kesenjangan sosial, juga perlu menjadi tanggung jawab bersama dengan mengedepankan pendidikan. “Keberagaman budaya yang kita punya ini seharusnya menjadi modal memajukan jakarta menjadi kota global. Bukan arus globalisasi yang masuk, tapi kearifan lokal yang mendunia,” kata dia. “Inilah tugas bersama mempererat kebersamaan dan bangun komunikasi,” lanjut Ali.

Salah satu upaya adalah selaras dengan arahan Gubernur, Pemprov DKI dan LDII berkolaborasi di bidang keagamaan dengan tema ‘Membumikan Qur’an’ di lingkup keluarga. Pelaksanaan MTQ bukan hanya kolaborasi pagelaran acara, tapi juga secara proses membumikan atau membiasakan. “Karena itu LDII kita ajak untuk berpartisipasi melalui prosesnya kepada masyarakat,” ujar Ali.

Sementara itu Ketua DPW LDII DKI Jakarta Imam Bashori menyampaikan, ia mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta yang memfasilitasi serta mendukung terselenggaranya rakerwil. Acara itu menjadi kolaborasi, kontribusi dan sinergi dalam membangun masyarakat dan bangsa.

Rakerwil juga menjadi momen penting evaluasi, sehingga LDII semakin bermanfaat bagi masyarakat. Melalui acara ini lahir program realitas dan inovasi yang berorientasi pada umat dan masyarakat Jakarta. “Ini tidak hanya diukur dari banyaknya program yang digagas, tapi juga memberi manfaat bagi warga sekitar,” kata Imam.

Lebih dari itu, LDII ingin terus berkomitmen SDM yang profesional religius, meningkatkan kualitas kehidupan beragama, mendorong masyarakat rukun dan harmonis, produktif serta berdaya saing. “Hendaknya Rakerwil ini bisa membuat program kerja berorientasi kemaslahatan umat,” kata dia.

Karena itu, Imam menganggap, keterlibatan masyarakat dan ormas, lembaga pendidikan, tokoh agama, mahasiswa, dan komunitas yang memiliki kepedulian Jakarta adalah penting.

LDII siap jadi mitra strategis pemerintah dalam kapasitas sebagai ormas yang turut kontribusi bagi umat dengan delapan bidang pengabdian; pembinaan umat, penguatan karakter, pembinaan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. “Kami ingin ini selaras dengan kebutuhan masyarakat dan kinerja pemerintah tanpa meninggalkan jati diri organisasi, serta nilai luhur pancasila,” ujar Imam.

Jakarta memiliki tantangan dan peluang strategis sebagai pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, kebudayaan, sehingga perlu masyarakat yang tidak hanya cerdas dan kompetitif tapi juga berkarakter menjunjung tinggi toleransi dan persatuan.

“Perlu memperkuat gotong royong, membangun kepedulian terhadap lingkungan. Semoga Rakerwil menghasilkan gagasan yang tak hanya diatas kertas, tapi kontribusi langsung yang terencana jelas serta evaluasi berkelanjutan,” kata Imam menambahkan.

Ia meminta agar para pengurus nantinya terus menjaga komunikasi terbuka, dan merumuskan keputusan yang mengutamakan kepentingan organisasi, masyarakat, dan bangsa. “Bergerak lebih cepat dan memberikan manfaat lebih luas,” tegasnya.[ANR]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here